jump to navigation

Bersegeralah dalam kebajikan Juli 13, 2006

Posted by sumeleh in Artikel.
trackback

Rasul mulia shalallahu ‘alaihi wasalam telah bersabda, “Bersegeralah menunaikan amal-amal kebajikan. Karena, saatnya nanti, akan datang banyak fitnah, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Betapa bakal terjadi seseorang yang di pagi hari dalam keadaan beriman, di sore harinya ia menjadi kafir. Dan seseorang yang di waktu sore masih beriman, keesokan harinya menjadi kafir. Ia menjual agamanya dengan komoditas dunia.” (Hadits Rriwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Sabda nabi tersebut merupakan anjuran kepada umat yang dicintainya agar bersegera dalam menunaikan amal kebajikan. Jangan menunda-nunda perbuatan baik. Anjuran itu sekaligus sebagai tuntunan menyikapi suatu keadaan yang beliau pun mengingatkannya, yaitu akan munculnya berbagai macam fitnah. Apabila keadaan yang penuh fitnah itu terjadi, maka orang-orang yang bersegera dalam berbuat baik dan men-dawamkan-nya, mereka akan mendapat perlindungan Allah SWT.Fitnah itu, disifati, bagaikan penggalan malam yang gelap gulita. Sebuah tamsil tentang keadaan yang diliputi keburukan. Dalam gulita, tidak dapat dikenali mana yang asli, mana yang palsu. Sulit dibedakan mana yang baik, mana yang buruk. Di tengah kegelapan orang hanya meraba dan menduga bercampur perasaan galau dan curiga. Konon, hanya mereka yang punya itikad jahat yang bisa hidup senang dalam kegelapan.

Mungkinkah fitnah itu sedang hadir dalam kehidupan kita hari-hari ini? Wallahu’alam. Hanya saja, alangkah baiknya bila kita bersikap waspada, mengingat perkembangan, akhir-akhir ini, tak kunjung mengarah pada kehidupan yang lebih baik. Kekuatan-kekuatan destruktif terus bermunculan memupus aset-aset kebajikan yang selama ini kita miliki.

Para elite seolah lebih suka bersengketa dan alpa memikirkan derita rakyat jelata. Tokoh-tokoh umat saling berlomba meraih kedudukan, kendati untuk mencapainya seringkali harus menodai keyakinan atau melecehkan agamanya sendiri.

Mengarifi kenyataan itu, sungguh bijak jika kita menyambut imbauan Rasulullah saw, tidak menunda untuk berbuat baik. Bahkan terus memperbanyak amal kebajikan sejauh yang dapat kita sanggupi.

Maka marilah kita segera berbuat baik. Sesungguhnya pastilah Allah menyertai orang-orang yang berbuat baik. (QS 29:69).

Komentar»

1. agorsiloku - Juli 31, 2006

Suatu kali kebajikan mau datang pada kita dan kita diberi kemudahan untuk kemudian dipahami sebagai amal. Kita juga jumpai orang yang tidak mau, sang amal datang padanya. Kita pahami, orang itu sangat kikir….